Era pendidikan saat ini menuntut institusi pendidikan untuk melakukan transformasi digital dan inovasi pedagogis secara menyeluruh. Acer Smart School Awards (ASSA) 2025 adalah ajang bergengsi yang menjadi barometer inovasi dan perwujudan konsep Smart School di Indonesia. Program ini secara khusus mencari dan mengapresiasi sekolah-sekolah serta guru-guru yang berhasil menciptakan ekosistem pembelajaran cerdas, adaptif terhadap teknologi, dan relevan dengan tantangan masa depan. Inovasi yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata adalah kunci untuk menjadi bagian dari gerakan Smart School. Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan perjalanan inovasi saya, yang saya yakini merupakan perwujudan nyata dari semangat Smart School tersebut.
Halo, Bapak/Ibu guru hebat, praktisi pendidikan, dan pembaca yang peduli terhadap inovasi! Saya Nazwa Mufidah, S.Pd., Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 2 Banjarbaru.
Komitmen saya terhadap dunia pendidikan tidak hanya terbatas di ruang kelas. Selalu haus akan pengembangan diri, saya aktif berbagi praktik baik, baik dengan rekan sejawat di sekolah maupun di luar sekolah. Anda dapat mengikuti perjalanan dan praktik baik saya melalui media sosial Instagram @nzwmfdh dan kanal YouTube Nazwa Mufidah.
Komitmen ini terwujud dalam berbagai pelatihan dan bimbingan teknis yang saya ikuti, sebagai bukti nyata bahwa guru harus terus belajar:
Portofolio Pengembangan Kompetensi (TIK, Pedagogik, dan Konten)
Pemanfaatan TIK dan Digitalisasi Pembelajaran:
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Platform E-Learning Virtual Reality.
Bimtek Pemanfaatan Digitalisasi Pembelajaran.
Bimtek Pengembangan Konten Digital dan Karya Inovatif dalam Pembelajaran Berbasis TIK.
Workshop Pemanfaatan Chromebook.
Workshop Inovasi Administrasi Sekolah dan Media Pembelajaran Berbasis TIK
Penguatan Pedagogik dan Konten:
Bimtek Pedagogik bagi Guru SMK.
Bimtek Pengembangan Konten Digital dan Karya Inovatif Tenaga dalam Pembelajaran Berbasis TIK.
Workshop Peningkatan Guru dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam.
Workshop Rapor Pendidikan: Penguatan Literasi dan Numerasi.
Workshop Seni Sastra Kalimantan Selatan.
Inovasi dan Efektivitas Pembelajaran:
Pembelajaran Interaktif Menggunakan Canva dan Quizizz
Bimbingan Teknis Pengembangan Media Ajar Interaktif sebagai Upaya Peningkatan Efektivitas bagi Tenaga Pendidik Jenjang SMK Angkatan 2
Bimtek GWE (Google Workspace for Education).
Sekolah kami, dengan fasilitas digital yang serba lengkap, seharusnya menjadi surga bagi pembelajaran. Namun, di tengah gempuran era digital, saya justru menghadapi tantangan klasik: menurunnya motivasi dan minat belajar siswa. Siswa tampak pasif, mengantuk, dan sulit fokus, yang tentunya menghambat pencapaian hasil belajar.
Saya merasa terpanggil untuk mencari solusi yang tidak hanya menambal, tetapi mengubah paradigma belajar. Solusi pertama yang saya lahirkan adalah sebuah media pembelajaran interaktif yang saya namai BUNGAS (Belajar Unggul Menyenangkan dan Asyik). BUNGAS, yang dalam bahasa Banjar berarti cantik atau rupawan, adalah aplikasi buatan saya sendiri (dikembangkan menggunakan Articulate Storyline) yang bisa di-install ataupun diakses di gawai maupun laptop siswa. Aplikasi ini berisi video pembelajaran, kuis interaktif, permainan edukasi, dan materi yang disajikan secara visual. BUNGAS menjadi jembatan awal untuk membuat siswa 'melek' teknologi secara cerdas dan bijak.
BUNGAS adalah alat, tetapi Green Writing adalah jiwanya. Saya memadukan teknologi digital BUNGAS dengan isu yang sangat mendesak dan relevan: limbah lingkungan. Inovasi ini saya beri judul lengkap: "Green Writing: Teks Prosedur Berbasis STEM & Upcycling Sampah melalui media pembelajaran aplikasi BUNGAS".
Mengapa STEM? Karena Bahasa Indonesia tidak boleh terpisah dari ilmu pengetahuan dan praktik. Melalui proyek ini, siswa tidak hanya belajar menulis Teks Prosedur, tetapi harus mengaplikasikan kerangka berpikir STEM:
Science & Mathematics: Menganalisis komposisi limbah, mengukur dimensi produk dengan presisi.
Engineering: Merancang dan mempraktikkan langkah-langkah upcycling sebagai solusi nyata terhadap masalah limbah.
Technology: Mendokumentasikan seluruh proses dan membuat visualisasi data/infografis hasil karya mereka.
Pembelajaran Green Writing sangat menekankan pada Pembelajaran Mendalam (bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan):
Berkesadaran (Awal): Siswa memulai dengan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif di BUNGAS untuk mengetahui kesiapan dan minat mereka, dilanjutkan dengan stimulus mengenai limbah yang ada di sekolah.
Bermakna (Inti): Tujuan pembelajaran diubah: "Hari ini, kita akan menjadi Eco-Engineer dan Eco-Writer." Siswa secara aktif berdiskusi, merancang, dan mempraktikkan upcycling di lingkungan sekolah, menjadikan proses ini sangat relevan dengan kehidupan nyata.
Menggembirakan (Evaluasi): Suasana belajar dicairkan dengan ice breaking yang relevan dan Gamifikasi mengenai daur ulang. Siswa menyelesaikan proyek dengan menyusun Teks Prosedur dan memublikasikannya dalam bentuk video/infografis digital.
Pada akhirnya, di sesi refleksi, kami menemukan pemaknaan mendalam: Teks Prosedur bukan hanya daftar langkah, tetapi panduan terstruktur untuk solusi nyata terhadap masalah lingkungan.
Visi kami melalui Green Writing sangat jelas: menjadikan SMKN 2 Banjarbaru sebagai pusat inovasi pembelajaran berbasis digital dan lingkungan. Inovasi Green Writing dengan media BUNGAS ini merupakan perwujudan nyata dari konsep sekolah cerdas yang mengintegrasikan teknologi untuk memecahkan masalah nyata.
Oleh karena itu, kami menargetkan bahwa implementasi dan dampak positif dari Green Writing ini akan menjadi modal utama kami untuk berpartisipasi dan meraih pengakuan dalam ajang bergengsi Smart School Awards 2025. Kami optimis, inovasi yang lahir dari kepedulian lingkungan dan didukung teknologi digital ini mampu bersaing dan menginspirasi sekolah lain di seluruh Indonesia.
Mari bersama-sama, kita ubah tantangan era digital menjadi momentum untuk mencetak generasi yang melek teknologi, mahir berbahasa, dan peduli terhadap bumi kita.















