Puisi "Semilir Duka" ini menggunakan metode penulisan arkostik, yaitu sajak dengan huruf awal baris membentuk sebuah kata atau kalimat. Puisi ini menyiratkan kerinduan seseorang, kerinduan yang ingin ia kubur dalam-dalam. Puisi ini menyiratkan seorang yang tidak bisa beranjak dari masa lalunya.
Puisi ini terselip beberapa majas metafora. Kekurangan dari puisi ini yaitu terlalu pendek, jika dibuat lebih panjang lagi mungkin akan lebih menarik. Selain itu pada bait terakhir kata-katanya sedikit rancu.

Minggu, 06 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar